Surat Untuk Fira - Agustus

Saturday, September 23, 2017



Jogja, 28 Agustus 2017
11.45 PM

Saat aku datang dari seberang lautan, lalu menyusuri jalan setapak sedikit berliku, melihat dedaunan memeluk tetesan keringat berupa bulir-bulir, entah itu embun atau air mata siapa yang peduli? Bahkan lampu-lampu kota terlihat seperti sengaja membunuh pandanganku. 
Terkadang kita butuh duduk sendiri diterpa angin tanpa bicara, menikmati sakit yang perlahan menguliti sampai sekarat, lalu bibir terbata meski angkuh tuk teriakkan kata menyerah. 
Kita sama sekali tidak menyangka kesakitan itu akan memperjumpakan kita diruang penderitaan yang serupa, saat kau menyebut namanya dan aku juga menyebut nama lainya. 
Sungguh aneh cara dunia memain-mainkan takdirnya, mengayun-ayunkan luka lalu diangin-anginkan sampai benar-benar yakin hati kita mengucap serapah terhadap cinta dan luka. 
Haruskah kita memaki masa kemarin, sedang karena dia kita bisa mencumbu hari ini?
Aku tahu hadiah termewah yang engkau maksudkan tentang hati yang lapang menerima segalanya apa adanya. Aku mengerti tentang cinta yang sejati kala kasihnya menghapus kisah sebelumnya. 
Percayalah itu tidak akan lama lagi. 
Sedang kau membayangkan tentang bagaimana nasib percintaanmu, Tuhan datangkan cinta dari kejauhan. 
Sedang kau mengeluhkan hubungan yang menjenuhkan, Tuhan datangkan cintang yang menenangkan. 
Lalu apa yang kau pertanyakan? Bahkan aku percaya jauh sebelum aku dilahirkan, Jogja sudah ditata sedemikian rupa menyambut perjumpaan kita.

Kekasih, aku melintasi sebagian waktu dan kau bergerak beberapa inci dari tempatmu berdiri, lalu akhirnya pandanganmu jatuh dihatiku. Ketahuilah aku tidak percaya dengan sebuah kebetulan.


Salam sayang,


Oi

---------------------------------------------


Diminta secara khusus oleh si pengirim surat untuk mem-publish surat yang ditulisnya untuk saya. Katanya, biar dunia tau. 
Setiap bulan akan ada satu surat yang masuk ke e-mail saya, so please bear with me and the love letter(s) I will get, okay? :')

You Might Also Like

0 comment(s)