Meracau: Pendapat

Wednesday, September 28, 2016

 


Menurut kamu, aku harus gimana?

Sebaiknya apa yang harus aku lakukan?

Coba deh kita ingat-ingat, berapa kali kita melontarkan dua pertanyaan itu. Saat ada masalah, saat sedang bingung, saat hendak mengambil keputusan, dua pertanyaan itu (dan juga pertanyaan-pertanyaan sejenisnya) sering kita tanyakan ke orang lain. Tujuannya nggak lain adalah supaya kita terbantu, dan kita jadi bisa lebih cepat menentukan apa yang mau kita perbuat. Tapi apa iya setelah kita bertanya ke orang lain, pertanyaan awalnya jadi terjawab?

Buat saya, tidak. Bertanya ke orang lain justru nggak akan membantu kita dalam menentukan pilihan. Meminta nasihat ke orang lain nggak akan mempercepat proses pengambilan keputusan yang akan kita lakukan. Bertanya ke orang lain tentang apa yang harusnya kita lakukan sebenarnya hanya memenuhi ego sekaligus mencari pembenaran atas keputusan yang akan kita ambil. Secara nggak langsung, kita mencoba mencari tahu apakah ada orang lain yang satu pemikirian dengan kita, yang ditandai dengan itu tadi, punya pendapat yang sama dengan apa yang kita pikirkan. Dan dengan bertanya ke orang lain, kita justru mengulur waktu dalam pengambilan keputusan itu sendiri, dan ujungnya apa yang mau kita lakukan jadi molor sendiri.

Meminta (dan memberi) pendapat ke orang lain itu pointless. Kenapa demikian? Coba pikir, deh. Yang mau mengambil keputusan kan kita, yang akan melakukan juga kita, kenapa harus minta pendapat orang lain, yang standarnya adalah standar mereka. Itu keputusan mereka kalau mereka dihadapkan dengan kondisi yang kita hadapi, namun dengan latar belakang kondisi mereka, bukan kondisi kita. Kita sendiri kan yang tahu kondisi, kemampuan, keinginan, dan standar kita saat akan menentukan sesuatu, lalu kenapa kita repot bertanya ke orang lain yang tentu akan memberikan jawaban sesuai dengan kondisi, kemampuan, dan standar yang dia punya?


Seseorang pernah bilang kepada saya,
Meminta pendapat ke orang lain itu menyesatkan
Well, ada benarnya juga sih. 




Depok, 28 September 2016
Ditulis karena lelah mendengar pendapat orang lain tentang keputusan yang akan saya ambil

You Might Also Like

4 comment(s)

  1. Agree
    We are the driver of our own car, wise man said..

    ReplyDelete
  2. Kadang-kadang kalau toh aku cerita ke temen tentang apa yang lagi kuhadapi, tujuannya cuman untuk didengarkan sih, Mbak. Jadi aku 'nggak minta' (kasarnya, mungkin, 'nggak butuh') pandangan dia, karena somehow aku juga sadar kalo penentu langkah kita ke depannya tuh diri kita sendiri :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes kalo yang seperti itu aku juga sering ngalamin. Kita cerita karena kita pengen ada yang mendengarkan, biar seenggaknya kita juga lega karena udah meluapkan apa yang kita tahan-tahan.

      Delete