Pasal 28

Wednesday, July 08, 2015

"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi..."

Ayah menyuruhku menghafalkan potongan pasal 28 G ayat 1 Undang-undang Dasar Negara Indonesia sampai di luar kepala. Ayah bilang pasal itu sebagai pengingat, bahwa aku punya hak atas diriku sendiri; pengingat bahwa aku punya hak untuk melakukan atau tak melakukan sesuatu, bahkan jika aku dipaksa oleh orang lain.

Potongan undang-undang itu kemudian ku jadikan mantra, ku rapalkan tak henti-hentinya saat aku mulai ketakutan atau terpaksa melakukan hal yang tak ku suka.

-- 

"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi..."

Ku rapalkan potongan pasal undang-undang tentang Hak Asasi Manusia itu berkali-kali, ketika aku dipaksa pindah dari rumah yang telah bertahun-tahun ku tinggali bersama Ayah dan Ibu, karena Ayah tak sanggup lagi menanggung beban hutang perusahaannya. Keluargaku bangkrut sekarang.

--

"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi..."

Ku rapalkan potongan pasal undang-undang tentang Hak Asasi Manusia itu berkali-kali, ketika aku dipaksa Ayah untuk membuang semua barang milik Ibu yang ada di rumah, karena Ibu tak akan kembali lagi. Ibuku menjadi simpanan seorang Bos Perusahaan Minyak sekarang.

--

"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi..."

Ku rapalkan potongan pasal undang-undang tentang Hak Asasi Manusia itu berkali-kali, ketika aku harus mengepel ruang tamu yang kotor terkena muntahan Ayah. Ayahku baru saja kalah judi dan menumpahkan kekesalannya dengan minum minuman keras. Ia seorang pemabuk dan juga penjudi sekarang. 

-- 

"Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi... "

Ku rapalkan potongan pasal undang-undang tentang Hak Asasi Manusia itu berkali-kali, ketika ayah menyeretku ke tempat asing penuh perempuan berbaju seksi yang tak henti-hentinya menggoda setiap laki-laki yang lewat. 

Ayah kemudian bertemu dengan seorang perempuan ber-make up tebal yang sibuk mengisap rokok sambil berteriak-teriak ke gerombolan wanita berbaju seksi tadi. Aku hanya bisa mencengkram tangan Ayah erat-erat sambil tak hentinya merapalkan potongan pasal 28 yang dulu Ayah suruh untuk ku hafalkan, ketika ia berkata,

"Ini anak perempuanku yang aku janjikan. Dia milikmu sekarang."

You Might Also Like

0 comment(s)