Jatuh Cinta Sendirian

Sunday, June 28, 2015

Orang bilang jatuh cinta itu menyenangkan. Tapi buatku itu tak benar. Aku sering jatuh cinta, tapi jarang bahagianya. Yang ada perasaanku harus bertepuk sebelah tangan, dan aku jatuh cinta sendirian.


--


Saat itu umurku masih sekitar 13 tahun, dan seingatku aku masih duduk di kelas 1 SMP. Saat itu aku berkenalan dengan seorang anak laki-laki berkaca mata yang rambutnya tak bisa diatur. Orangnya biasa saja. Tak pintar, tak terlalu tampan juga, sering dihukum malah karena sering dapat masalah. Meskipun begitu dia sangat disayang guru lho! Tapi sedihnya, dia punya satu orang yang sangat membencinya. Orang yang tak suka padanya itu sering membuat dia masuk ke dalam bahaya. Padahal alasan dia membenci anak laki-laki yang aku suka itu sebenarnya tak jelas, cuma karena dia mendengar salah seorang guru berkata kalau anak laki-laki itu akan menghalanginya jadi orang hebat.

Ku temui anak laki-laki itu pertama kali di perpustakaan sekolahku, sering juga aku mencuri-dengar temanku yang membicarakannya. Sejak saat aku tak bias berhenti memikirkannya. Aku sering ke perpustakaan hanya untuk bertemu dengannya, dan bahkan aku sering lupa belajar karena terlalu sering memikirkan dia. Sayang, dia tak pernah jatuh cinta padaku. Dia suka pada orang lain, dan menyedihkannya lagi, aku pernah melihat mereka berciuman di sekolah! Aku patah hati saat itu juga. Itu jadi kali pertama aku patah hati, karena aku harus jatuh cinta sendirian.


--


Kali kedua aku patah hati karena aku jatuh cinta sendirian adalah ketika aku berumur 19 tahun. Laki-laki ini sebenarnya bukan tipe idealku. Dia dingin, judes sekali terhadap orang sekitarnya, dan yang membuatnya sangat jauh dari klasifikasi laki-laki idamanku adalah, dia punya banyak tato di sekujur tubuhnya. Dia juga sering pergi malam-pulang pagi ke tempat tinggalnya. Yang aku tau sih, dia dan dua saudaranya punya pekerjaan yang sedikit aneh yang harus mereka lakukan di malam hari.  Pekerjaannya sering membuat mereka harus pulang dalam keadaan babak belur, bahkan aku pernah dengar kalau mereka hampir mati karena pekerjaannya itu.

Dia laki-laki yang sebenarnya paling jauh dari klasifikasi laki-laki idamanku, tapi tetap saja aku jatuh cinta padanya. Dan sejujurnya, aku jatuh cinta padanya justru saat aku tau dia sudah jatuh cinta pada perempuan lain. Perempuan itu beruntung, sangat beruntung, karena laki-laki itu sangat sayang padanya, dia bahkan membuktikan sendiri kepadaku kalau dia rela mati demi perempuan yang disayanginya itu. Dan kalian tau, justru karena itu aku makin jatuh cinta padanya. Aku sendiri bingung, aku makin jatuh cinta kepada laki-laki itu, justru setiap kali dia menunjukkan padaku kalau dia sangat mencintai orang lain. Dan akhirnya, aku jatuh cinta sendirian lagi.


--


Ini jatuh cinta sendirianku yang baru saja aku alami. Baru beberapa bulan yang lalu aku mengenal laki-laki ini. Orangnya tampan sih, tapi… bisa dibilang dia seorang yang agak aneh. Dia pintar, jenius malah. IQnya saja 187, dan di umurnya yang 24 tahun, dia direkrut salah satu kantor pemerintah karena kepintarannya. Dia tak suka teknologi, dia tak punya e-mail, handphone-nya nokia keluaran tahun 2007, tak pernah aktif di social media. Aku tau koleksi bukunya banyak, dan dia bisa membaca satu buku yang tebalnya 400 halaman hanya dalam waktu 20 menit (kurang bahkan!). ingatannya juga sangat tajam, dia punya eidetic memory yang membuat dia bisa mengingat banyak hal, jauh lebih banyak daripada yang bisa diingat orang lain. Dia suka bicara tentang data dan hal-hal yang berbau ilmiah dan kalau sudah mulai berbicara, dia tak akan bisa dihentikan kecuali dia selesai dengan apa yang dia bicarakan. Oh iya, setahuku dia jarang jatuh cinta sih, tapi dia pernah sekali jatuh cinta pada orang yang sama sekali belum pernah dia temui. Mereka cuma ngobrol di telfon, lalu dia se-jatuh cinta itu pada perempuan ini.

Yah, lagi-lagi aku harus jatuh cinta sendirian. Karena aku tau aku bukan tipe wanita yang dia suka. Dia suka wanita yang setidaknya sama pintarnya dengan dia. Dan dia juga suka dengan wanita yang bisa mengimbanginya saat berbicara. Aku? Sangat jauh dari dua hal itu. Aku cuma bisa tersenyum saat dia mulai nyerocos bicara data, sambil menahan keinginan untuk sekedar menyapa dan membuka pembicaraan dengannya.


--


Tragis ya ceritaku saat jatuh cinta. Aku kadang bingung sendiri, kenapa masih saja rela jatuh cinta sendirian padahal sudah jelas tidak akan membuatku bahagia. Tapi mau bagaimana lagi, susah buatku tak jatuh cinta ke mereka yang aku tau tak akan bisa ku miliki.

Laki-laki pertama yang ku ceritakan, tau anak laki-laki dengan kacamata dan rambut acak-acakan, yang punya mata hijau dan bekas luka berbentuk petir di novel karangan J.K Rowling kan? Yang penyihir itu loh… Iya, yang ku maksud memang dia, Harry Potter, Anak Laki-laki yang Bertahan Hidup.

Laki-laki kedua… Pernah nonton The Mortal Instruments: City of Bones atau baca novel serinya? Tau Jace Herondale? Nephilim super keren yang jatuh cinta dan rela melakukan apa saja buat Clary Fray, yang kerjaannya membasmi demon dan makhluk-makhluk downworlder? Dia laki-laki yang ku maksud.

Kalau yang ketiga, coba deh cari Dr. Spencer Reid di Google, lalu coba tonton TV series Criminal Minds yang kemarin baru saja selesai season 10-nya. Profiler favoritku ini sukses membuatku jatuh cinta dari saat aku nonton episode pertama series ini. Waktu itu dia masih keliatan culun, banget. Tapi begitu sampai di season 6, di episode yang dia berambut pendek, duh! Makin sayang sama dia rasanya!




Susah ya jadi aku, sering jatuh cinta, tapi sama sosok-sosok fiksi yang jelas susah ditemukan di dunia nyata :D

You Might Also Like

2 comment(s)

  1. HAHAHAHAH GUE BACA NIH FIR HAHAHAHA. ENDINGNYA NGESELIN..............

    ReplyDelete