Jumat Malam

Monday, March 30, 2015



Kamu, masuk dengan tiba-tiba ke ruangan penuh lemari kaca.

Aku, saat itu sedang berbalik ke arah pintu masuk sambil tertawa

Kemudian waktu terhenti

Mata kita bertemu, kilasan memori itu kembali

Lalu kamu pergi, salah tingkah, sepertinya

Aku, diam tak tau harus apa, tapi aku tau ada sesuatu yang tak terlihat sedang menyayat perasaanku



Lalu kembali lagi, aku tersayat lebih dalam lagi

Saat waktu bermain curang untuk mempertemukan kita lagi

Detik demi detik menjadi tak menyenangkan

Semata karena aku sekuat tenaga menahan keinginan bodoh untuk sekedar bertanya "Apa kabar?"

Semata karena aku hanya bisa membalas "Hai"mu dengan senyum yang terpaksa



Ah,
Aku terlalu munafik jika mengatakan aku sudah 100% melupakan
Kamu ternyata masih jadi bagian dari segala yang aku tuliskan
Bahkan sepertinya kamu tetap jadi ketidakmungkinan yang masih aku semogakan.

You Might Also Like

0 comment(s)