Tolak Angin

Tuesday, February 17, 2015

"Perutku perih, padahal aku baru saja makan."

"Mungkin karena kamu seharian belum makan, dan tadi kamu langsung makanan pedas, itu yang bikin perutmu perih."

"Oh iya juga, ya. Tapi sebelumnya tak pernah seperti ini."

"Sudah tak apa, setelah ini kita beli Tolak Angin, biar perutmu mendingan."
 
--

"Ini Tolak Anginnya, minum sekarang, sama apa lagi?"

"Air putih deh, aku haus. Berapa?"

"Nggak usah, anggap saja ini sebagai ganti kamu membelikanku Tolak Angin juga kemarin."

"Yang benar?"

"Iya. Gimana perutnya? Mendingan?"

"Hangat."


Tapi bukan perutku saja yang hangat malam itu, hatiku juga.

--



Perutku perih, padahal aku baru saja makan. Dan aku memang belum makan seharian ini, tadi pun aku langsung makan makanan pedas.

Tapi malam ini tak ada lagi Tolak Angin yang membuat perutku hangat. Tak ada kamu, yang membuat sakitku terasa hingga ke hati, yang dalam diam mulai sekarat.


You Might Also Like

2 comment(s)