Cerita Tentang Hujan

Wednesday, November 19, 2014

Bersama Dingin, dan Ingatan Akan Rimbunan Pohon, Penghujung September Lalu

Akan selalu ada saatnya,
Ketika semua kenangan yang coba kamu lupakan,
Ketika semua perasaan yang coba kamu timbun dalam-dalam,
Ketika semua susunan kata yang coba kamu hapuskan,
Datang kembali, muncul di otakmu lagi, tersusun rapi lagi, meminta untuk diputar kembali,
sekaligus,
Membuatmu merasa sendiri.

--

Lagi-lagi Karena Hujan

Bahwasanya dingin, hujan, dan sedikit lamunan,
Adalah penyebab kembalinya kenangan yang coba dilupa,
Pemantik perasaan yang lama coba tak dirasa,
Dan tentu saja,
Pembuat luka yang hampir hilang bekasnya, kembali menganga

--

Pada akhirnya saya memilih untuk menulis lagi, padahal sebelumnya sudah memutuskan untuk berhenti menulis, menutup blog ini, menghapus semua cerita di dalamnya. Tapi yah, nyatanya satu-satunya tempat saya bisa menceritakan semua yang tak terceritakan, ya di sini. Semoga nggak apa-apa ya kalau nanti postingnya banyak tentang hal-hal sendu nggak penting. Oh iya, selamat menikmati musim hujan, dengan segala hal di dalamnya: jalanan basah dan becek, sepatu yang nggak bisa dipakai karena kecipratan air, dan mungkin seperti yang saya rasakan, dihujam kenangan, satu yang paling nggak mengenakkan kalau sedang musim hujan seperti sekarang.

You Might Also Like

0 comment(s)