Sebentar Menghilang

Monday, October 07, 2013

Lelah rasanya berkutat dengan rasa asing dan kesepian. 

Muak, menghadapi kenyataan bahwa terlalu sering kita ditinggalkan saat benar-benar butuh orang lain. 

Bukan hal yang menyenangkan memang, saat kita bersedia memberikan waktu, atau setidaknya menyempatkan diri memenuhi permintaan orang lain, tapi kita justru diacuhkan tanpa sebab yang jelas. 

Disaat kita dituntut untuk menjadi lebih dewasa, mampu menentukan mana yang harus didahulukan, mampu membedakan mana kewajiban dan mana hak, suasana di sekitar kita menjadi kekanak-kanakan, meminta seumua permintaannya dituruti, meminta seluruh waktu yang kita punya, sementara mereka sendiri belum tentu mau mengorbankan waktu yang mereka punya demi kita.

Disaat yang sama, kewajiban dan tugas secara bertubi-tubi menghampiri, meminta otak dan tubuh kita bekerja lebih keras, menguras tenaga dan waktu, memaksa perasaan kita untuk dikorbankan dengan alasa profesionalitas.

Orang-orang yang biasanya bisa membantu, yang biasanya menjadi penyemangat, mendadak hilang, ditelan kesibukannya sendiri, berubah dari sosok yang menyenangkan ke sosok yang dingin, menyebalkan, tak bisa diandalkan.

Mau apa kita jika sudah begitu keadaannya? 

Merengek meminta agar keadaan kembali ke keadaan semula?

Jelas bukan jawaban dan tindakan yang tepat. 

Bagaimana dengan membangun dinding pertahanan kita sendiri, membuat zona nyaman kita sendiri, menjadi autis, tak peduli dengan sekitar, lakukan semua kewajiban dan passion tanpa gangguan orang lain, sambil menunggu keadaan membaik?

Bisa, bisa jadi. Meskipun mungkin sakit dan melelahkan awalnya, tapi nantinya juga akan terbiasa. 

Akan ada saatnya kita membiarkan diri kita berhenti bergantung dari orang lain, menghilang sesaat, biar orang lain yang mencari kita saat menyadari bahwa kita telah menghilang.

Akan ada saatnya saat kita menghilang, justru kehadiran kita sangat dihargai oleh orang lain. 


Tujuh Oktober, di kamar nomor 9, pukul tujuh lewat tiga puluh lima malam
Diiringi Welcome To My Life, Simple Plan

You Might Also Like

1 comment(s)

  1. Speechless mirip banget sama keadaan saya yang sekarang :')

    ReplyDelete