Roda Berporos

Friday, October 18, 2013

Hidupku terhenti sejenak
Porosnya hilang, entah, mungkin berpindah menjadi poros hidup orang lain
Lambat, aku mencari poros baru
Kutemukan, tapi hanya poros kecil penuh karat, tak akan bertahan lebih lama dari hitungan hari
Lambat, hidupku bergerak lagi
Poros itu membuat hidupku berderak-derak
Bunyinya memekakkan telinga
Membuat nafasku tercekat, badanku gemetaran, degup jantungku menjadi tak menentu cepatnya
Tremor, begitu kata orang bilang
Iya, badanku, hidupku, bergetar hebat setelah porosnya hilang entah kemana
Mataku menyipit
Kutemukan kemana hilangnya poros lamaku
Ingin ku ambil lagi
Tapi aku tak mau hentikan putaran kehidupan orang lain
Tapi itu milikku, dia mengambilnya tanpa izin
Poros itu yang menggelinding sendiri ke hadapan orang lain itu
Dia menemukannya
Dia menjadi pemilik barunya

Hidupku, masih berjalan lambat
Hidupku, masih berjalan sambil berderak-derak
Entah sampai kapan poros mungil penuh karat ini bertahan
Sampai saat poros ini tak bisa aku pakai lagi, perlukah aku mencari poros baru?
Atau, biarkan saja poros mungil ini rusak, hidupku terhenti, lalu....
mati??

You Might Also Like

0 comment(s)