Tuhan Tau, tapi Dia Menunggu

Monday, August 12, 2013

Bagaimana jika perasaan yang telah lama kita kubur dan kita coba lupakan ternyata muncul lagi seiring dengan debur ombak dan deru angin sore?

Bagaimana jika rencana-rencana kita di masa silam yang terlanjur kita lupakan karena tak sepersen pun kesempatan pernah kita dapat, tiba-tiba dapat terwujud tanpa direncanakan?

Bagaimana jika letup-letup kebahagiaan yang pernah kita rasakan namun tak pernah coba kita rasakan kembali, menjadi tak hanya sekedar letupan, melainkan ledakan kebahagiaan seiring dengan jemari yang terpaut seakan tak akan pernah lepas?

Bagaimana jika doa-doa yang tak pernah terucap lagi karena kita rasanya terlalu mustahil untuk dikabulkan, menjadi doa yang tak henti kita kumandangkan?

Bagaimana jika satu solusi sederhana atas semua kekacauan dalam hidup kita yang terlanjur tak kita ambil karena rasanya mustahil untuk dilakukan, muncul kembali dan tak lagi mustahil melainkan satu-satunya cara agar setidaknya hidup kita kembali normal?

Bagaimana jika semua hal yang kita anggap rumit, ternyata hanya memerlukan bantuan dari orang yang tepat agar bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk diselesaikan?

Terlalu banyak bagaimana dalam pikiranku. Terlalu banyak seandainya yang mencoba menggoyahkan sisi pertahananku. Terlalu banyak kupu-kupu yang beterbangan dalam perutku saat aku sadar bahwa takdir kita telah bekerja sama untuk memperlambat datangnya momen-momen kebenaran.

Aku rasa memang benar. Tuhan tau, tapi Dia menunggu.

You Might Also Like

0 comment(s)