Platonik

Tuesday, August 20, 2013

Sedikit demi sedikit aku mulai mencoba memahami apa yang sedang terjadi

Apa yang kita lakukan, apa yang kita sembunyikan, apa yang diam-diam (mungkin) kita (atau aku) rasakan

Kita tak pernah mencoba agar semuanya menjadi lebih jelas

Kita tak pernah berusaha agar segalanya dapat tiba di sisi yang lebih jauh

Kita hanya saling menikmati keadaan

Kita tak pernah saling meminta banyak

Cukup, membiarkan momentum-momentum yang kita miliki saling beradu, saling bertemu, menyatukan kita di saat yang sebentar, tapi manis

Kita selalu menikmati mengalirnya percakapan, tentang masa lalu, masa kini, atau masa depan

Kita tak pernah berhenti di suatu titik dimana harus ada kata yang dapat menamai apa yang sedang kita lakukan dan rasakan

Kita tetap saling memiliki disaat kita sama-sama termiliki

Kita tetap bisa tersipu saat takdir mengizinkan kita untuk merasakan beberapa momentum yang terlampau hangat meski itu hanya sekejap

Pada awalnya aku mencari apa nama dari setiap rasa nyaman namun selalu dalam diam yang sering kita lalui ini

Hingga di suatu titik, disaat aku mulai benar-benar memahami, dan disaat seorang Sahabat bisa membuka pikiranku

Sebut saja apa yang sedang kita, ah jangan, sepertinya hanya aku saja yang merasakan

Sebut saja apa yang sedang aku rasakan saat ini, kepadamu, sebagai cinta platonik

You Might Also Like

0 comment(s)