Musim Panas, Seharusnya

Tuesday, May 28, 2013

Hari ini hujan lagi
Sama seperti hari-hari kemarin
Padahal aku berharap matahari akan muncul sepanjang hari
Bukan, bukannya aku tak suka hujan
Hanya saja, aku sudah muak dengan langit yang menghitam,
Aku sudah muak dengan hujan yang turun
Aku sudah muak dengan jalanan yang basah
Aku sudah muak harus menerima bahwa sepatuku harus basah dan kotor demi menerjang hujan
Toh, di bawah hujan kali ini pun aku tak pernah bisa mencium petrichor
Aku tak merasa bahagia seperti dulu saat aku merelakan seragamku basah karena hujan
Entah, tapi rasanya hidupku sudah banyak berubah
Terlalu sulit, terlalu banyak hal, atau terlalu kompleks kalau kata orang

Ini harusnya musim panas, bukan?
Ini saatnya aku bisa pulang tanpa harus bersusah payah memikirkan sepatuku yang basah
Ini saatnya aku bisa pulang dengan tenang tanpa harus menghindari kubangan air di sepanjang jalan
Dan seharusnya aku bisa menikmati semua yang ada di hidupku tanpa ada beban yang menumpuk, sekarang

Tapi kenyatannya?
Semua terlalu berbeda dengan harapanku
Hujan masih turun dengan deras, dan hidupku masih sulit untuk kulalui
Aku masih terus menggerutu atas apa yang aku alami
Aku masih terus mempertanyakan apakah memang ini yang pantas aku jalani

Ah, mungkin memang harus kunikmati saja hujan hari ini
Lepas dari aku tak bisa mencium petrichor atau sepatuku menjadi basah
Lebih baik aku nikmati saja semuanya
Toh semua akan menjadi menyenangkan saat aku bisa menikmatinya

Dan tentu saja aku masih menunggu musim panas yang entah kapan akan datang
Tapi, musim panas pasti datang kan??

You Might Also Like

1 comment(s)