Aku, Hanya Terlalu Sulit Untuk Tak Mendengarkan

Monday, December 24, 2012

Minggu, 23 Desember 2012 - 23.38

Jauh dari rumah, jauh dari tanah impianku, jauh dari kamu. Kali ini aku sedang menikmati liburanku, kembali ke kampung halamanku, sebuah kota kecil di ujung pulau Garam. Jemariku masih saja menari diatas tombol-tombol keyboard, menuliskan sebuah username dan password yang bukan milikku. Sedikit melanggar privasi memang, tapi aku sudah meminta ijin pada pemiliknya kok. Kuarahkan pointer menuju sebuah link bertuliskan Interaction dan perlahan aku pun mulai menekan tombol panah ke arah bawah. Sedetik kemudian, ada rasa sakit yang menghinggapi ulu hatiku. Sakit sekali, setelah membaca "tulisan" dari seseorang yang pernah jadi sesorangmu dulu

Dia, mengingatkanmu agar tak salah langkah. Ya, itu yang aku tangkap dari tulisannya. Aku tau maksudnya baik, tapi... apa itu berarti aku ini sebuah kesalahan? Apa aku ini bukan orang yang baik untukmu? Kita putar dulu ingatanku ke kejadian beberapa hari yang lalu. Aku ingat betul apa isi pesan orang itu kepadamu. Sama isinya, mengingatkan, bahwa aku ini sebuah kesalahan. Saat itu aku memang mencoba menutup telinga, tak peduli. Tapi entah kenapa, semakin kesini, aku terusik. Sakit rasanya dianggap sebagai seseorang yang salah. Sakit rasanya dianggap membawa pengaruh buruk. Sakit rasanya, membaca "Aku risih liat kalian". Rasanya dunia kembali menyudutkan aku. Rasanya seluruh dunia bersekongkol dan menyalahkanku. Apa ini konsekuensi karena aku menyayangimu? Aku bukan ingin menyerah, hanya saja, apa aku tidak boleh bahagia bersamamu? Apa yang orang katakan tentang kita, aku bisa menahan amarahku. Aku, hanya terlalu sulit untuk tak mendengarkan apa yang mereka katakan.

Sudah 00.00 ternyata. Saatnya mengistirahatkan kedua bola mataku yang sedari tadi menatap layar penuh radiasi. 

Tolong, kuatkan aku, D.

You Might Also Like

2 comment(s)