Laki-laki Hebat Sepanjang Masa #1

Sunday, October 09, 2011

Selama aku hidup, aku kenal banyak laki-laki. Di keluarga, lingkungan rumah, teman, sahabat, pacar pastinya, selalu memiliki unsur laki-laki. Tapi, selama hampir 17 tahun aku hidup, hanya ada 2 laki-laki yang aku anggap sebagai laki-laki paling hebat sepanjang masa.

Laki-laki pertama, adalah sosok yang selama ini ku panggil dengan sebutan Ayah. Lahir di Sumenep, 8 Juli, 41 tahun yang lalu. Tinggi besar, kulit coklat kehitaman, rambut pendek lurus. Ayahku seorang yang keras. Beliau mendidik aku dan adikku dengan penuh disiplin, walaupun kadang menurutku disiplinnya keterlaluan. Apa yang beliau kehendaki harus segera dilaksanakan, jika tidak, siap-siap saja disemprot atau bahkan sampai dijewer.

Beberapa kali aku sempat memiliki masalah cukup serius dengan ayahku. Sebenarnya sih salahku sendiri, yang tak pernah mau patuh dan selalu melanggar batasan yang diberikan ayahku. Tapi bukankah peraturan dibuat untuk dilanggar? ;) Masalah yang membuatku cukup terpukul adalah saat aku dinyatakan masuk jurusan IPS. Ayah kehilangan kepercayaannya padaku. HPku disita, aku dilarang ikut kegiatan selain yang berhubungan dengan pelajaran, dan setiap kali aku berbuat ulah, beliau selalu mengatasnamakan “anak IPS”. Hatiku sakit sekali saat itu. Aku ingin beliau percaya bahwa pilihan yang aku ambil bukan sesuatu yang salah. Meskipun awalnya berat, namun pada akhirnya aku bisa mengembalikan kepercayaan ayahku setelah aku bisa meraih peringkat 2 paralel.

Terlepas dari sosok ayahku yang begitu keras, beliau memiliki sisi penyayang yang amat sangat bisa membuatku menangis saat menulis ini. Beliau tak segan menyetrikakan baju seragamku yang belum sempat disetrika semalam. Beliau menyempatkan diri membuat sarapan meskipun hanya berupa telur goring saat Mamaku ke luar kota. Beliau juga rela menjemputku saat aku pulang latihan PBB meskipun saat itu sudah maghrib.

Selama ini, hanya satu kali aku merasakan rasa rindu yang amat sangat pada ayahku, yaitu saat beliau pergi untuk melaksanakan tugas sebagai Tenaga Kesehatan Haji Indonesia pada tahun 2008. 40 hari tak bertemu, membuatku selalu menangis saat aku ingat Ayahku. Aku juga sangat menyesal tidak bisa menjemputnya di bandara saat beliau pulang karena harus mengikuti outbound yang diadakan oleh sekolahku di Malang. Saat beliau menelfonku dan mengatakan, “Nikmati aja outboundmu. Ketemu ayah di Pati aja kalo kamu udah pulang”, hatiku rasanya basah, betapa aku merindukan sosok laki-laki hebat itu. Sepulang dari Malang, ayahku sendiri yang menjemputku di sekolah. Saat sampai di rumah, langsung ku peluk tubuh ayahku dengan erat, dan aku menangis dalam pelukannya.

Hari ini, aku menangis lagi saat mengingat sosok Ayah yang selama ini aku banggakan. Aku menyadari bahwa aku teramat sangat amat menyayanginya. Aku berjanji tak akan mengecewakan Ayahku lagi. Aku berjanji, suatu saat, saat aku sudah bisa mewujudkan mimpi-mimpiku, akan kupeluk lagi ayahku, dan akan kukatan bahwa aku sangat menyayanginya :’)

“Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya,

Ku t’rus berjanji takkan khianati pintanya.

Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu”

Dedicated to my beloved & greatest father ever, Yasir Fathorrahman,

as a gift for his master degree graduation :)


You Might Also Like

0 comment(s)